Film Perjoeangan Tempo Doeloe…


Indonesia MerdekaAgustus merupakan bulan “keramat” bagi Bangsa Indonesia. Di bulan inilah, Indonesia merayakan hari kemerdekaannya. Biasanya, stasiun-stasiun TV akan menayangkan acara khusus yang berhubungan dengan tema Nasionalisme dan Perjuangan mulai dari film, musik, hiburan, bahkan acara komedi dan keagaamaan. Khusus untuk film, kebanyakan film yang diputar adalah film-film import. Beberapa film impor bertema nasionalisme dan perjuangan yang sempat di putar di layar kaca Indonesia misalnya: Independence Days, Saving Private Ryan, Pearl Harbour, Brave Heart, dll. Lalu kemana film perjuangan Indonesia?

Film dengan genre perjuangan sempat marak di bioskop tanah air pada jaman keemasan film Indonesia ditahun 80-an. Berikut ini saya tampilkan beberapa film dengan tema perjuangan Indonesia merebut kemerdekaan yang layak di tonton (menurut versi saya)

Tjoetnya’ Dhien (1988)

Film Cut Nyak DienFilm ini menceritakan tentang kisah pejuang wanita asal Aceh, Tjoet Nya’ Dhien dan bagaimana dia dikhianati salah satu orang kepercayaannya: Panglima Laot. Film ini di buat tahun 1988 dan distudarai Eros Djarot dengan biaya yang cukup wah untuk ukuran Indonesia saat itu: 1,5 Milyar rupiah. Film ini memenangkan piala Citra sebagai film terbaik. Dibintangi Christine Hakim sebagai Tjoet Nya’ Dhien, Piet Burnama sebagai panglima Laot, Rudy Wowor sebagai Snouck Hurgronje dan Slamet Raharjo sebagai Teuku Umar. Tjoet Nya’ Dhien merupakan film Indonesia pertama yang ditayangkan di Festival Film Cannes pada tahun 1989. Di Film ini Christine Hakim berhasil memperoleh penghargaan Piala Citra

Nagabonar (1987)

film Naga BonarSiapa yang tak kenal film Nagabonar? Film berdurasi 95 menit ini digarap sutradara M.T. Risyaf pada 1987. Nagabonar (Deddy Mizwar), adalah seorang pecopet yang mendapatkan kesempatan menyebut dirinya seorang Jenderal di pasukan kemerdekaan Indonesia di Sumatera Utara. Mulanya Nagabonar melakukan ini hanya sekedar untuk kesenangan pribadi, akan tetapi pada akhirnya dia menjadi seorang tentara dan pemimpin yang sesungguhnya, dalam peperangan melawan Belanda.

Film Nagabonar memborong enam Piala Citra dalam ajang FFI 1987, yakni untuk kategori Film terbaik, Aktor terbaik (Deddy Mizwar), Pemeran Pembantu Terbaik (Roldiah Matulessy), Cerita Asli dan Skenario Terbaik (Asrul Sani), Penata Suara Terbaik (Hadi Hartomo), dan Penata Musik Terbaik (Franky Raden). Selain itu, film ini juga menjadi film Indonesia pertama yang masuk dalam seleksi film berbahasa asing di ajang Academy Award.

Serangan Fajar (1981)

Film yang disutradarai Arifin C. Noer ini menampilkan beberapa fakta sejarah yang terjadi di daerah Yogyakarta. Peristiwa-peristiwa patriotic itu di antaranya penaikkan bendera Merah Putih di Gedung Agung, penyerbuan markas Jepang di Kota Baru, penyerbuan lapangan terbang Maguwo dan seranagn beruntun di waktu fajar ke daerah sekitar salatiga, Semarang. Ada banyak kisah yang menarik dalam film ini. Misalnya kisah seorang anak laki-laki bernama Temon. Ia tampil disela-sela perang untuk mencari Bapaknya. Room (Amoroso Katamsi) dari keluarga bangsawan ikut gigih membantu pejuang. Sementara istrinya selalu takut kehilangan kasta sebagai bangsawan, karena salah satu anaknya menjalin cinta dengan seorang pemuda pejuang dari rakyat jelata. Film ini seakan menjadi tontonan wajib bagi saya setiap tahun.

Soerrabaja’45 (1990)

Film ini berdasarkan kisah nyata di Surabaya saat merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Dalam pertempuran ini banyak Arek Suroboyo yang gugur. Yang kemudian terkenal dengan sebutan peristiwa 10 November. Film ini dimulai ketika Jepang kalah perang dan proklamasi kemerdekaan Indonesia berkumandang di radio-radio. Ketika pasukan Inggris yang tiba di Surabaya, masyarakat menerima, sebab pasukan Inggris datang untuk melucuti tentara Jepang. Masalah-masalah muncul ketika Inggris tidak mengakui kemerdekaan Indonesia. Pemuda-pemuda Surabaya pun angkat senjata melawan Inggris.

Di film inilah untuk pertama kalinya saya mendengar pidato khas Bung Tomo yang melegenda. Suaranya yang lantang, pidato yang begitu menggelora dan dahsyat mampu mengusik jiwa nasionalisme. Bahkan dulu saya sempat mempunyai komik dan umbul yang bercerita sama persis dengan film ini.

Janur Kuning (1979)

Janur juning di produksi pada tahun 1979. film yang disutradarai oleh Alam Rengga Surawidjaja ini dibintangi antara lain oleh Kaharudin Syah, Deddy Sutomo, Dicky Zulkarnaen, Amak Baldjun dan Sutopo H.S Film ini bercerita tentang peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 di Jogja. Janur Kuning menceritakan perjuangan pejuang Indonesia dalam meraih kembali kemerdekaannya yang direbut oleh pasukan sekutu dan berhasil merebut kota Yogyakarta selama 6 jam. Janur kuning adalah lambang yang dipakai para pejuang sebagai tanda perjuangan saat itu.

Kereta Api Terakhir (1981)

Sebuah kisah dengan latar belakang gagalnya perjanjian Linggar Jati dengan pendekatan romantik. Markas besar tentara di yogya memutuskan menarik semua kereta api yang ada di Yogya. Beberapa tentara Indonesia ditugaskan untuk mengawal kereta yang diberangkatkan dari Stasiun Purwokerto. Perjalanan kereta terakhir yang penuh hambatan menjadi inti cerita. Para pengungsi yang memenuhi kereta dan serangan pesawat Belanda yang tanpa henti memperkaya alur cerita. Dibumbui kisah cinta tentara Indonesia dengan gadis kembar yang mempesona

Sebenarnya masih ada beberapa film lagi yang bisa masuk dalam daftar misalnya: Tuanku Tambosai, Pasukan Berani Mati, Perawan di Sektor Selatan, Imam Bonjol, Komando Samber Nyowo, Lebak Membara dll. Sayangnya saya belum menyaksikan film Merah-Putih yang sedang di putar di bioskop. Bagaimana menurut Anda? saya yakin Anda-anda sekalian mungkin punya daftar yang berbeda.

Loenpia Merdeka

Advertisements

15 thoughts on “Film Perjoeangan Tempo Doeloe…

  1. fathur

    kalau merah putih banyak cerita lucunya….film nya menarik…tentang penghadangan truk pengisi bahan bakar di sebuah jembatan. tetapi tidak semenarik janur kuning atau atau serangan fajar..(menurut saia)

    Reply
  2. nabila

    baru liad yg nagabonar,,itu aja karna diputer ulang di bioskop..
    tapi kmr udah liad merah putih!!=D

    klo mo liad film2 diatas tu bisa dapet dimana ya?

    Reply
  3. wawan

    ada koleksi film KERETA API TERAKHIR dan SERANGAN FAJAR?.. atau ada yang bisa bantu saya mendapatkan (mengganti biaya kirim dan copy juga tidak apa-apa)… sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

    Reply
  4. Laode Ismar

    Ko Jaman sekarang banyak film yang tidak mendidik nasionalisme generasi muda.dimana film kebangsaan indonesia yang bisa diteladani.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s