Kemana lagu anak-anak kita?


Jujur saya bukan pengamat musik yang baik. Bukan pula kritikus musik yang layak dijadikan narasumber. Tapi setelah memperhatikan industri musik Indonesia yang makin semarak, ada satu hal yang membuat saya kecewa berat.

Soal jumlah album yang dirilis dan besarnya perputaran modal sangat menjanjikan. Tapi ya cuma sebatas itu saja. Kuantitas yang banyak, tiap bulan ada band atau artis baru, keuntungan yang diperoleh produser makin besar. Selebihnya, saya tidak bisa menikmati perkembangan musik sebagai hiburan karena segmentasi pasar yang semakin mengerucut.

Era 80-an hingga pertengahan 90-an bisa dibilang keemasan lagu anak-anak. Hampir tiap tiap hari acara TV dan radio kita disuguhi lagu anak-anak. Tapi setelah tahun 2000 kondisi jadi berubah total. Sangat sulit menemukan lagu anak-anak yang baru. Berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun saya tidak bisa menemukan lagu anak-anak yang baru dirilis . Dulu, Papa T Bob begitu berkibar-kibar dengan lagu “Di obpk-oboknya” Joshua, kini ia dan lagu-lagu anak-anak seakan menghilang dari peredaran

Yang makin membuat saya gerah adalah munculnya acara TV seperti Idola Cilik, AFI junior dan kontes-kontes menyanyi anak di berbagai acara dan pagelaran. Ironisnya, dari sekian banyak peserta yang kontes, tak lebih dari 5% yang menyanyikan lagu anak-anak. “Ini kan kontes menyanyi anak-anak, tapi kok gak ada lagu anak-anaknya?”

Bukan hal yang salah jika anak-anak Indonesia kini lebih suka menyayikan lagunya Andra and The BackBone, Ungu, ST12, Kamu ketahuannya Mata dll. Tapi saya hanya merasa risih dengan cara menyanyi anak-anak yang masih lucu-lucu itu. Dengan suara yang cadel mereka melantunkan lagu Kamu Ketahuannya Matta Band dengan penuh percaya diri. Saya sering merasa geli, gembira tapi juga prihatin.

Geli karena mereka belum bisa melafalkan syair dengan benar dan cadel. Gembira karena mereka bisa menyanyi dengan penuh kegembiraan dan percaya diri yang tinggi. Prihatin karena lagu yang mereka nyanyikan menurut saya belum saatnya untuk mereka dendangkan. Yang pas buat mereka ya lagu ciptaan Papa T Bob, Ibu Kasur, dll.

Kok rasanya janggal dan aneh kalau anak-anak usia di bawah 7 tahun lebih fasih nyanyi lagu-lagu hits remaja. Kalaupun masih ada yang melantunkan lagu anak-anak itupun lagu yang sudah puluhan tahun lalu beredar. Misalnya Bintang Kecil, Pelangi, Topi Saya Bundar, dll. Itu kan produk dua atau tiga dasawarsa lalu. Kebanyakan dari mereka yang menyanyikan lagu2 itu bukan karena keinginan untuk mengenal. Tapi lebih tepatnya dipaksa mengenal oleh guru mereka di TK atau SD.

Pertanyaan saya kemudian adalah: kemanakah lagu anak-anak yang dulu begitu berjaya? Ada apa dengan anak-anak Indonesia? Ada apa dengan industri musik Indonesia? Tolong bantu saya mencari jawaban.

Advertisements

11 thoughts on “Kemana lagu anak-anak kita?

  1. leksa

    saya juga kangen dengan lagu-lagu anak jaman dulu,..

    ah tapi mereka sudah dewasa semua sekarang,.. 🙂

    *kang kalo ada project, bagi2 info atuh…

    Reply
  2. sofyanr

    @leksa: saya punya koleksi lagu anak-anak lumayan banyak lho 🙂

    Ada tuh, jadi freelance di norwegia, mau?

    Reply
  3. widya

    Idola Cilik memerlukan lagu anak yang sesuai dengan jiwa mereka. Jangan paksa mereka menyanyikan lagu dewasa seperti patah hati, selingkuh. Kini lagu anak terbaru telah lahir seperti rumahku istanaku, aku rindu, ulang tahun dan bangun pagi. Lagu tersebut hasil karya widya swara salah seorang guru SMP Dhaniswara Surabaya. Dan sudah populer di Surabaya. Lagu-lagu tersebut bisa didengarkan di http://www.widyaswara01.blogspot.com

    Reply
  4. Pius Prono Satrio

    Lagu anak-anak masa lalu sudah ketinggalan jaman…di sekitar mereka sekarang ini penuh karya baru yang lebih menarik dan lebih popular dari penyanyi/grup band dewasa….
    Satu-satunya jalan adalah menerbitkah sebanyak mungkin lagu anak-anak yang baru, sehingga mereka punya pilihan dan kitapun sebagai orang tua mudah mengarahkan mereka….
    Kami, Pestawan Band (ada di Facebook)sudah memiliki lebih dari 60 judul lagu baru yang siap dirilis dan sedang mencari producer, semoga kami cepat berhasil dan usaha kami dalam mengembalikan hak anak, yaitu pendidikan yang baik, dapat segera terwujud…

    Reply
  5. Sadli

    Salam Knal.., btul mas Sofyan…,Anak2 skarang tlah hilang kreasinya karena pengaruh budaya dan teknologi…. why oh why….Malang Skali anak skarang……

    Reply
  6. romaeni


    silahkan dilihat Mengembangkan kepribadian dan melejitkan segala potensi dalam diri anak dengan media yang menghibur….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s