Jangan Makan Dulu…


Beberapa waktu yang lalu, saya bepergian menuju Jakarta. Jadwak keberangkatan dari Bandara Ahmad Yani sekitar jam 7 pagi. Saya menggunakan penerbangan yang sudah terkenal dengan jam karet. Delay 1-2 jam adalah hal yang wajar.

Karena bangun agak kesiangan, saya cuma sempat mandi, tanpa sempat sarapan. Beruntung saya tiba di Bandara tepat waktu. Agak deg-degan juga karena takut terlambat. Setelah proses ini itu selesai, saya langsung menuju ruang tunggu.

Setelah menunggu beberapa lama, bagian informasi memberikan keterangan bahwa pesawat saya mengalami keterlambatan. “Ah… biasa. Lagu lama”, begitu celetuk Rista, salah satu penumpang yang baru saja saya kenal. Setelah perkenalan singkat dan mengobrol beberapa lama, saya merasa perut mulai lapar. Maklumlah… perut saya terakhir kali di isi jam 20:00 malam hari sebelumnya.

Saya memutuskan untuk keluar dari ruang tunggu untuk mencari makanan. Dengan sedikit basa-basi, saya mengajak Rista untuk cari makanan. Begini kira-kira percakapan waktu itu:

Saya (S) : ” Masih lama nih. Mana belum sarapan…”

Rista (R) : ” Iya… bikin bete. Nyebelin bener nih maskapai ini. Delay kok rutin…”

S : ” Kita cari makanan yuk…”

R : ” Hmmm…. Ayuk dah… kebur laper. keburu pingsan…”

Singkat kata, akhirnya Saya dan Rista mencari makan disalah satu kedai kopi di Bandara. Sambil menunggu pesawat datang, kami minum kopi dan makan sambil ngobrol ngalor kidul. Salah satu topik yang paling seru dibahas adalah kebiasaan Maskapai X yang selalu telat. Saya sudah berkali-kali mengalaminya, begitu juga Rista.

Selesaik ngopi dan makan, kami berdua kembali ke kerumunan penumpang yang lain. Ketika sedang asik ngobrol, tiba-tiba datang beberapa kru/karyawan Maskapai tampak membagikan makanan dalam dos. Yayayaya…. itu adalah hal lumrah yang biasa mereka lakukan sebagai compliment jika mengalami keterlambatan. Saya dan Rista cuma bisa nyengir ketika menerima jatah makanan dalam dos. Dan dengan setengah menggerutu, saya mengomel

S : ” Kampretttt…. Sekian lama gak ada perbaikan sama sekali dari tuh Maskapai”

R : ” Hmmm… Ada kok… Tuh liat yang di dalam dus. ”

Dengan segera saya membuka isi didalam dus. Di sana sudah terlentang paha ayam goreng, sayur, nasi dll.

S : ” Hahahaha…. bener, ada perbaikan menu. Biasanya cuma roti. ”

R : ” Hooh… lumayan lah daripada cuma roti + air putih…”

S : ” Tahu menunya seperti ini tadi gak usah makan di Kedai Kopi Kapitalis….”

R : ” Hahahah… iya, lumayan ngirit sekian puluh ribu rupiah…”

Saya dan Rista tertawa…. Mencoba makana dalam dos sambil terus ngobrol. Tidak terasa, nasi dus itu kami embat juga sampai habis :))

R : ” Jadi, kesimpulan pagi ini adalah….”

S : ” Apa….?

R : ” Kalau naik Maskapai ini jangan makan dulu. Mereka telat & compliment-nya makanan… Lumayan hemat uang makan. Begitu kan…???

Dan kami pun tertawa lebih keras dari sebelumnya. Sebuah kesimpulan logis yang cemerlang menurut saya… :))

Yayayaya…. Setidaknya, seperti yang Rista bilang, kali ini ada perbaikan dari sisi compliment. Kalau biasanya hanya dikasih Roti + Air mineral, pagi itu penumpang Maskapai Penerbangan X dapat nasi, ayam goreng, sayur dll.

Dan satu lagi yang saya syukuri, penerbangan hari itu tidak mengalami kecelakaan dan selamat sampai tujuan. Buktinya, saya masih bisa membagi pengalaman itu blog ini lagi… :))

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s