Alon-alon, wis nem tahun kel(ak)on


Tak terasa hampir empat tahun aku gabung di Komunitas LOENPIA.NET. Terakhir kali bertemu dengan teman LOENPIA di acara kopdar #Jelajah KOta Lama 2 minggu lalu. Tiga jam kami lewati bersama. Menyusuri jalan-jalan dan gedung-gedung tua yang sudah berusia ratusan tahun. Sebuah pengalaman yang tak kan terlupakan. Inilah cerita seingkat perjalananku bersama LOENPIA.NET selama hampir 4 tahun

Setelah 7,5 tahun tinggal di Jogja, aku sempat terdampar di beberapa kota bandar nan ramai. Dari ujung Pulau Sumatera, hingga diperbatasan Indonesia – Timor Leste. Tapi takdir akhirnya menuntunku kembali ke kota ini. Aku terpesona dengan keelokan kota lama, anggunnya Gereja Blenduk, kokohnya Lawang Sewu dan enaknya kuliner peranakan Jawa – Eropa – Cina.

Maka mulailah perburuan pertamaku mencari informasi segala hal yang berhubungan dengan Kota Semarang. Aku tidak ingat kata kunci ajaib apa yang aku ketik di Google waktu itu. Tiba-tiba aku menemukan kata “loenpia.net” di halaman pertama hasil pencarian, sebuah “mutiara” dibelantara dunia maya. Sebuah blog tentang Semarang mencuri perhatianku. Selama beberapa pekan mempelajarinya, aku tertarik untuk mengenal lebih jauh. Setelah bertanya ini itu dengan menggunakan identitas anonim, akhirnya aku memutuskan untuk bergabung dengan Loenpia.net.

Di komunitas ini, aku menemukan keunikan tersendiri. Di sini sesama anggota sama derajatnya. Tidak mengenal senioritas. Yang sudah berumur dan masih muda sama haknya. Yang jomblo, LDR dan punya pacar  bersaudara.

Sejak pertama kali bergabung di milis sem[b]arangan, email-email mengalir dengan deras tanpa bisa dibendung. Pada mulanya memang sedikit aneh dengan bahasa yang digunakan. Maklum, 7,5 tahun menghabiskan waktu di kota Jogja membuat lidah dan telinga tidak terbiasa dengan logat SEMARANGAN. Dari milis pula aku mulai mengenali kalian satu persatu. Lewat bahasa-bahasa vulgar khas orang pesisir dan foto-foto yang disebar secara semena-mena. Ada banyak yang lucu, tapi tak sedikit yang bisa membuat muntah sejadinya.

Ternyata, apa yang tersurat di email dan milis tidak mencerminkan karakter anggota komunitas LOENPIA.NET sepenuhnya. Ada yang sepintas anteng dan kalem ternyata riwilnya tidak ketulungan, ada yang gemar menebar umpatan kasar tapi ternyata baik dan setia kawan. Ada juga yang suka berkoar-koar bilang ini itu ternyata cuma HOAX. Ada yang masih muda tapi sukanya berburu janda. Bermuka ustadz tapi kelakuan ……Astagfirullah, saya tidak tega mengucapkannya. Itulah warna-warni yang saya tangkap Komunitas LOENPIA.NET

Ada beberapa hal yang tetap konsisten sejak petama kali gabung, yaitu jika berurusan dengan hal traktiran dan makan gratis. Apa yang tersedia tidak pernah tersisa barang secuil. Bahkan jika dirasa kurang, tanpa ragu-ragu akan menambah porsi dua, tiga, atau empat sekaligus. Oh my god… ternyata yang kalem pun bisa bersikap beringas jika sudah berurusan dengan perut

Itulah sedikit gambaran yang terekam dalam benak saya, tentang sebuah keluarga bernama Loenpia. Penuh warna-warni, kocak dan menggemaskan. Satu pelajaran berharga yang saya peroleh setelah beberapa sekian lama bergabung dengan LOENPIA, jangan menilai orang cuma bermodal email dan gambar di milis. Ikutlah kopdar sesering mungkin untuk lebih mengenal satu sama lain. Menilai mana yang patut diwaspadai saat ada acara traktiran dan makan gratis. Jangan sampai salah menilai karena akan fatal akibatnya.

Kopdar Bermutu

Satu persatu acara kopdar aku hadiri. Kopdar pertamaku di warung Burjo mempertemukanku dengan: Teguh, Dendi, Fiandigital, Kopril dan Kian. Di kopdar-kopdar berikutnya makin banyak yang aku kenal: Budi, Pak Kawi, Pepeng, Munif, Hyudee, Yogie, Nie, Niningsan, Fanny, Harry, Lowo, H4rs, AriW, Didut, dll. Mohon maaf jika ada namanya yang belum tercantum. Bukan maksud saya melupakan kalian, tapi karena ruang yang terbatas. Di komunitas inilah saya bisa bertemu secara imajiner dengan kalian semua tanpa ada batasan wilayah, waktu, dan ruang.

Saya bebas misuh dan tanpa ewuh pekewuh, menghardik orang yang keterlaluan. Begitupun sebaliknya, tak jarang saya kena damprat dan umpat. Itulah Loenpia, orang dengan beragam latar belakang bisa tegur sapa dengan logat dan cara yang berbeda.

Banyak hal yang bisa aku temui di sini. Ada umpatan, gojeg wagu, gojeg kere, foto saru, informasi warung romantis, tutorial gratis, info free hotspot, link rapidshare, bursa lagu dsb. Apa lagi yang harus di cari jika tiap kali buka email ada saja sesuatu yang baru, sesuatu yang kadang nyelekit tapi ngangeni.

Selain acara hura-hura yang bisa mengendurkan urat saraf, teman-teman LOENPIA juga punya banyak kegiatan positif. Beberapa kegiatan yang pernah dilakukan misalnya: menanam mangrove, program peduli LOENPIA SMile, bikin pelatihan blog, KoBer (Kopdar Bermutu) yang rutin diadakan dan terbuka untuk umum.

Beberapa bulan lalu, teman-teman LOENPIA merilis Radio Online yang biasa disebut Radio Loenpia (Ro_Lin). Penasaran dengan Radio LOenpia? Silakan cek di alamat http:/radio.loenpia.net. DJ-DJ karbitan yang kocak selalu siap melayani rekues lagu (bajakan) dan obrolan gak penting yang bisa bikin ngakak. Tentu saja setiap DJ punya keunikan tersendiri. Saat ini, Radio Loenpia sudah punya stok beberapa DJ abal-abal, misalnya: DJ- Jeepban asal Kendal, DJ – Slam (gunung pati), DJ – Hyudee berjenggot pengasuh acara BIncang Bencong, DJ – Ple-q, DJ Pepeng mesum tiada terkira, dll

Jadi, secara singkat bisa disimpulkan, LOENPIA adalah bagian dari  saya. Di komunitas ini, saya menemukan banyak sahabat. Pepatah lama mengatakan, “Jika kamu menemukan sahabat, maka kamu menemukan harta yang berharga”. Teman-teman di Loenpia adalah salah satu harta berharga saya

Selamat Ulang Tahun ke-6 untuk Loenpia. ALON-ALON WIS 6 TAHUN KEL(AK)ON

NB: Karena keterbatasan benwit, maka foto2 akan menyusul

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s