Blue Ocean Strategy ala Wetiga


Blue ocean strategyHari minggu kemarin, secara tidak sengaja saya menghadiri bedah buku “Blue Ocean Strategy” karya Chan Kim dan Renee Mauborgne yang lagi booming. Tidak sengaja karena waktu itu saya niat ke Toko Buku Gramedia Pandanaran Semarang untuk membunuh waktu menunggu calon klien di Hotel Santika. Tidak sengaja karena waktu pertama masuk toko Gramedia saya ingin mencari kado ulang tahun buat keponakan yang akan berulang tahun. Awalnya cuma ingin singgah sebentar melihat koleksi buku anak-anak buat hadiah, tapi malah terjerat rayu SPG bedah buku “Blue Ocean”.

Secara sederhana, menurut pemahaman saya, Blue Ocean strategy merupakan taktik yang berfokus pada: penciptaan pasar baru (yang bahkan sama sekali tidak dilirik oleh kompetitor), penciptaan nilai baru pada produk, dan yang paling penting adalah membuat kompetisi menjadi tidak relevan. Setiap perusahaan atau lembaga pemburu laba di sarankan untuk berpindah dari medan pertempuran Red Ocean yang berdarah-darah dan ketat menuju Blue Ocean yang “sepi” dengan menciptakan suatu kondisi persaingan tidak lagi relevan. Karena perusahaan yang berada di blue ocean “menciptakan” definisi baru, medan perang baru yang belum terjamah oleh kompetitor lain.

Lalu apa hubungannya dengan Wetiga (Warung Wedangan Wi-Fi)? Kira-kira begini analisis yang bisa saya kemukakan. Jika kita berkunjung ke Jogja, Solo atau Semarang, warung wedangan, angkringan warung sego kucing atau apapun istilahnya adalah hal yang biasa kita jumpai. Di Jogja, persaingan bisnis angkringan makin tahun makin ketat. Apakah sudah mencapai Red Ocean? Mungkin belum sampai tahap kesana, baru Yellow Ocean mungkin. Persaingan makin ketat tapi belum mencapai titik jenuh.

Sementara di Jakarta, sangat sulit mencari warung angkringan. Kebanyakan para investor atau pemilik modal lebih memilih membuka warung makan atau kafe. Dan, persaingan bisnis Kafe di Jakarta sangat berat. Tiap warung makan dan kafe bersaing satu sama lain untuk menarik pelanggan.

Wetiga menurut saya sangat jeli melihat peluang ini. Kolonel Gembul tidak terjun ke arena Red Ocean Kafe dan Rumah Makan. Dia lebih memilih membuka angkringan yang merakyat. Menurut saya, ini ide yang brilian. Gembul sengaja lari dari medan Red Ocean Kafe yang berdarah-darah dan secara sadar memilih Blue Ocean Angkringan. Menurut saya, itu pilihan yang tepat. Saya yakin, Wetiga untuk saat ini tidak mempunyai kompetitor yang relevan.

Selain itu, wetiga juga menyediakan fasilitas free Hot Spot. Inilah yang makin menguatkan strategi Blue Ocean Wetiga. Dia menciptakan definisi baru tentang tempat makan di Jakarta: Angkringan + free Hot Spot. Saya kira, model bisnis ini baru ada dua di Indonesia. Satu di Angkringan Yayasan Umar Kayam (Angkringan YUK) Jogja, dan satunya Wetiga di Jakarta.

Dengan harga yang jauh lebih murah, fasilitas tambahan yang unik (free Hotspot) memungkinkan Wetiga dan Angkringan YUK berlayar di Blue Ocean tanpa pesaing. Dalam kasus ini, mereka telah menerapkan prinsip Blue Ocean Strategy. Fasilitas Free Hot Spot berperan sebagai tembok yang membentengi mereka dari kemungkinan munculnya pesaing baru. Dengan Free Hot Spot, mereka menciptakan barrier yang tidak mudah untuk ditembus warung wedangan/warung angkringan yang lain.

Inilah Blue Ocean Strategy ala Wetiga!!!!!

Advertisements

13 thoughts on “Blue Ocean Strategy ala Wetiga

  1. ogi

    pada kenyataannya emang ga gampang sih nerapin blue ocean:D
    lebih mudah ikut2an, haha

    btw, captcha nya puanjang amir, dipendekin dong 😛

    Reply
  2. Pingback: Keluar dari arus mainstream | Web Designer Indonesia, Web Developer Indonesia, Freelancer Indonesia, Blogger Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s