Perjalanan


Kemarin, saya melakukan perjalanan naik motor dari Semarang – Jogja. Selama kurang lebih 3 jam banyak hal yang saya alami. Mulai dari nyaris terserempet mobil, keluar jalur dari badan jalan hingga terkena lumpur. Tapi itu semua rasanya sepadan dengan apa yang akan saya jumpai di Jogja nanti. Sepanjang perjalanan saya membayangkan bisa bertemu saudara sepupu, berziarah ke makam Pak Dhe dan Bu Dhe, dan bertemu dengan teman-teman lama yang masih di Jogja

Saya sempat istirahat sebentar di Kota Magelang. Di sana saya bertemu dengan sesama pengendara motor yang sedang beristirahat. Seorang Bapak paruh baya mengendarai motor dari kota Lasem menuju Jogja. Jarak kedua kota tersebut setidaknya 250-300 KM dan butuh waktu skitar 6 jam. Setelah berkenalan, terjadilah percakapan singkat selama kurang lebih 15 menit, namun begitu berkesan.

Saya (S) : ” Bapak rela naik motor selama 6 jam dari Lasem ke Jogja. Kenapa? ”

Bapak (B) : ” Saya kangen pengen ketemu orang-orang yang saya cintai. Istri dan anak-anak. ”

S : ” Maaf Pak, tidak cukupkah komunikasi dengan telpon atau SMS? ”

B : ” Ketemu 5 menit dengan mereka itu lebih terasa daripada saya telpon 1 jam tiap hari. Bertemu mereka sebentar sudah bisa bikin plong, hati tenang ”

S : ” Pasti Bapak punya istri yang cantik dan anak-anak yang lucu”

B : ” Istri saya biasa saja, tapi pandai ngemong hati dan selalu bikin kangen. Anak-anak saya bandel. Tapi mereka keturunan saya, darah daging saya”

S : ” Kenapa naik motor Pak? Kan jauh, apa tidak capek? ”

B : ” Jangankan naik motor, jalan kaki pun siap saya lakukan untuk ketemu mereka, Mas ”

S : *manthuk-manthuk* ” Sudah berapa lama Bapak dan keluarga berpisah ”

B : ” Tahun ini 7 tahun saya di Lasem, anak istri di Jogja. Tapi kami tidak pernah berpisah. ”

S : ” Maksudnya…. ??? ”

B : ” Biarpun tidak tinggal sekota, tapi hati kami tinggal di rumah yang sama….”

S : “………” *terdiam*

Begitulah kira-kira isi percakapan saya dengan Si Bapak. Percakapan dengan Si Bapak telah menyita perhatian saya. Setelah percakapan itu, saya membayangkan betapa bahagianya Si Bapak saat bertemu dengan Istri dan anak-anaknya. Dan tanpa sadar, saya sering tersenyum tiap kali mengingatnya. Buktinya, ketika saya mengisi bensin di JL Kaliurang, petugas Pom Bensin sempat bertanya

Petugas : ” Kenapa senyum-senyum mas? ada yang lucu ya…? ”

Saya : ” Gpp Mas….”, dan tawa saya pun jadi semakin lebar.

Saya tertawa untuk Si Bapak. Saya tertawa karena bisa segera ketemu saudara sepupu, berziarah ke makam Pak Dhe dan Bu Dhe. Saya tetawa karena akan bertemu dengan teman-teman lama.

Advertisements

5 thoughts on “Perjalanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s