Sang Ratu telah hilang


Gambar Sang Ratu

Beberapa hari yang lalu, saya merasa terpukul. Saya telah kehilangan salah satu teman terbaik. Saya mengenalnya hampir 20 tahun yang lalu lewat pertemuan yang tak terduga pada bulan Agustus 1989. Salah satu teman terbaik saya tersebut berupa koin mata uang jaman VOC

Saya menyebutnya Sang Ratu karena di salah satu sisinya terpampang jelas siluet Ratu belanda yang jelita. Di sisi lainnya tertera angka 1898 Dugaan saya, angka tersebut menunjukkan tahun Sang Ratu dicetak. Ciri-ciri fisik yang bisa terdeteksi: ada gambar Ratu Belanda seperti gambar diatas, bau balsem dan minyak karena sering saya pakai kerokan, ada bekas goresan kecil di sisi belakang koin.

Bentuknya memang tidak seberapa bagus, tapi saya mengagumi seni guratan pada Sang Ratu yang mempesona. Banyak kenangan saya habiskan dengannya. Mulai dari proses penemuan, petualangan selama hampir 20 tahun bersama sang Ratu, dan beberapa kisah lainnya yang tak terlupakan. Saya tidak hendak mendramatisir kisahnya, tapi memang Sang Ratu itu sangat berarti buat saya.

Gambar Sang Ratu

Saya menemukan Sang Ratu di siang hari yang terik di bulan Agustus 1989. Dan sejak itu Sang Ratu selalu menemaniku. Aku biasanya menyimpannya di dompet. Waktu itu Sang Ratu aku temukan dalam kondisi terkubur tanah dan bebatuan di halaman rumah tua yang tak berpenghuni. Saya tidak tahu pasti siapa pemilik rumah tua itu. Hanya menurut kabar yang tersiar, rumah itu milik keluarga Belanda yang tidak diketahui keberadaannya. Orang-orang sekitar menamainya rumah Noni.

Salah satu kenangan terbaik saya dengan Sang Ratu adalah tahun 1993, menjelang ujian akhir EBTANAS SD. Waktu itu beberapa hari menjelang EBTANAS, saya di diagnosa sakit tifus yang cukup parah. Saya diharuskan istirahat total minimal 7 hari untuk penyembuhan. Padahal waktu itu EBTANAS tinggal beberapa hari lagi. Praktis peluang saya ikut EBTANAS sangat kecil.

Saya kecewa, karena EBTANAS adalah ujian penting yang dapat menentukan kelulusan. EBTANAS juga merupakan ujian kelulusan pertama saya. Tentu saya tidak ingin melewatkan salah satu momen penting itu. Ibu dan seluruh keluarga saya sudah pasrah kalau saya tidak bisa ikut ujian. Begitu pula guru2 di sekolah sudah menyarankan untuk ikut ujian susulan jika memang memungkinkan.

Dua hari menjelang hari H, saya muntah-muntah 3X dalam semalam dan sakit semakin parah. Suhu badan sangat tinggi. Tidak banyak yang bisa saya kerjakan waktu itu selain berdoa dan berdoa agar kembali sehat dan bisa ikut ujian. Entah bagaimana awalnya, dalam keadaan setengah sadar waktu itu, saya merasakan ibu saya lagi ngerok i dada saya. Dalam keadaan setengah sadar saya melihat sekilas uang yang digunakan untuk kerokan adalah Sang Ratu. Saya merasa begitu nyaman dan tenang selama proses kerokan. Akhirnya saya bisa tertidur dengan pulas hingga siang.

Sehari setelahnya, kondisi saya mulai membaik, dan terus membaik saat hari H. Akhirnya saya bisa mengikuti ujian meski keadaan belum 100% sembuh. Saya mengikuti ujian dengan kondisi badan yang pas-pasan. Setelah habis ikut ujian, badan saya pasti meriang. Anehnya, setiap kali di kerokan pakai koin Sang Ratu, badan saya kembali membaik. Kondisi itu berulang terus setiap hari selama pelaksanaan EBTANAS. Ujian-badan meriang-kerokan-kondisi membaik-istirahat-paginya ujian lagi.

Akhirnya saya berhasil menuntaskan ujian EBTANAS dengan hasil diluar dugaan mengingat kondisi saya yang masih sakit. Sejak saat itu, setiap kali saya sakit masuk angin, badan meriang, dll obat pertama adalah kerokan dengan Sang Ratu. Sang Ratu juga bisa menghilangkan rasa kegelisahan saya karena banyak hal. Cukup memain-mainkannya dengan dengan jari, saya merasa santai saat menghadapi ujian pendadaran, menghadapi ujian semesteran, dll. Sudah tak terhitung berapa ratus kali saya kerokan, berapa kali saya ujian, berapa kali saya merasa gelisah, dan Sang Ratu selalu setia menemaniku.

Tapi beberapa hari yang lalu saya merasa kehilangan yang luar biasa. Disaat saya butuh kerokan, ternyata saya tidak menemukan Sang Ratu di dompet saya. Sudah lebih dari 2X48 saya mencari Sang Ratu tapi tidak menemukannya. Dan menurut kelaziman jika kita mengalami kehilangan lebih dari 2×24 jam, bisa dilaporkan ke pihak Kepolisian. Nah, sekarang sudah lebih dari 2×24 jam dan saya bingung kemana saya harus melaporkan hilangnya Sang Ratu. Kepolisian pasti akan menganggap remeh masalah ini dan dianggap guyonan. “O alah mas…koin jelek kayak gitu kok di pikirin”

Sang Ratu, kembalilah. Saya benar-benar membutuhkanmu saat ini.

NB:buat yang pernah melihat atau menemukan Sang Ratu mohon kesediaannya berbagi informasi kepada saya. Terimakasih

Advertisements

3 thoughts on “Sang Ratu telah hilang

  1. dani ardana

    Wah hampir sama dengan saya. saya juga punya Sang Ratu. Tapi sampai saat ini masih setia menemani aku, udah lebih dari 30 tahun. Moga gak ilang. dan memang kerokan adalha solusi yan terbaik buat saya kalau masuk angin

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s