Debat Capres dan Tenses Bahasa Inggris


Meskipun ada banyak masalah, KPU telah menetapkan bahwa esok adalah hari pencontrengan nasional untuk memilih presiden periode 2009-2014. Khusus Pemilu kali ini, bukan kampanye pengerahan masa yang menarik perhatian saya. Justru saya lebih tertarik dengan “era” baru pilpres di negeri ini. Dengan berbagai catatan, saya patut bersyukur bahwa ada sedikit kemajuan tentang budaya Pemilu. Dengan adanya debat capres-cawapres, paling tidak seluruh warga Indonesia bisa menyaksikan bagaimana visi, misi dan argumen ketika saling diadu dalam mimbar yang sama. Berikut ini adalah review singkat saya debat presiden putaran 1-3 yang lalu

Pemilu kacau...

DEBAT YANG MEMBOSANKAN..!!!

Barangkali ekspektasi saya terlalu tinggi pada debat putaran ini. Saya memperkirakan akan ada banyak perdebatan dan diskusi cukup panas antar ketiga capres. Pikiran saya barangkali sudah diracuni perilaku para anggota tim sukses masing-masing tim calon yang sangat ofensif di setiap kesempatan tampil di media. Saling serang dan sergah menjadi tontonan rutin setiap kali tim sukses saling bertemu. Tapi saya sungguh kecewa. Ternyata acara yang bertajuk “DEBAT” para calon pemimpin berjalan membosankan. Bisa di bilang ketiga calon tampil apa adanya, normatif dan terkesan sangat hati-hati. Acara yang seharusnya menjadi ajang diskusi topik-topik hangat dan penting berubah jadi acara tatap muka dan bincang-bincang. Benar-benar membosankan !!!!

Dari ketiga calon yang tampil, menurut saya JK tampil lebih menghibur. Dengan gaya yang nothing to lose dan terbuka, JK tampil lebih berani. Ia berani mengkritik SBY dengan sangat tajam mengenai iklan satu putaran, iklan jingle “Indomie” dan beberapa kebijakan yang lain. SBY cenderung tampil hati-hati, dan saya rasa inilah keunggulan SBY: selalu tampil hati-hati dan terstruktur. Megawati? No Comment…

ARGUMEN ALA TENSES BAHASA INGGRIS

Dari tiga kali putaran debat capres, saya menyimpulkan bahwa ketiga capres seakan terpola dalam menyampaikan pendapat seperti rumus tenses dalam Bahasa Inggris.

Mega = PAST TENSE. Hampir disetiap topik, Mega selalu mengambil rujukan ketika ia memimpin. “Ketika saya jadi presiden… ketika saya memimpin… Pemilu 2004… lima tahun lalu… dll” Hampir semua argumen selalu dibangun dengan rujukan ketika Mega berkuasa. Akibatnya tidak banyak hal baru yang bisa di kemukakan. Gaya argumentasi Mega benar-benar sangat identik dengan pola PAST TENSE dalam Bahasa Inggris. Akan sangat jelas kelihatan seandainya debat dilaksanakan dalam Bahasa Inggris. Saya yakin Mega akan banyak mengeluarkan kata WAS…. WERE… DID…. DONE dan beberapa kata kerja bentuk lampau.

SBY = PRESENT TENSE. SBY tampil dengan gayanya yang khas. Cenderung hati-hati dan selalu mengekspos hasil kerja selama 5 tahun ini. Beberapa argumennya saya kira terlalu menilai tinggi dan menganggap lima tahun ini semuanya baik-baik saja. “Tahun ini… periode ini… Baru-baru ini…dll” sangat tipikal dengan pola present tense dalam bahas Inggris. Sangat jarang SBY mengemukakan terobosan baru apa saja yang akan di lakukan jika kembali terpilih kembali jadi presiden periode 2009-2014. Gaya Present Tense juga sangat familiar dengan tagline kampanye “LANJUTKAN…!!!”. Dengan demikian, SBY dan timnya tidak akan memberikan banyak perubahan selain melanjutkan apa yang sudah ada saat ini. Perbaikan akan sangat memungkinkan, tapi perkiraan saya akan sangat minim.

JK = FUTURE TENSE. Dari ketiga calon, hanya JK yang belum sempat menduduki kursi no 1. Meskipun sudah lama terlibat dipemerintahan, tetap saja JK bukan pemegang kekuasaan tertinggi. Sehingga perannya sebagai salah satu pemain penentu kebijakan belum terlalu kelihatan. Perannya mulai menonjol setelah terpilih sebaga Wakil Presiden mendampingi SBY. Karena faktor itulah saya melihat JK lebih tampil santai dan nothing to lose. Jika SBY dan Mega tampil jaim, JK tampil slengean dan cukup menghibur. Dalam setiap kesempatan, JK mengumbar banyak janji-janji politik. Mulai dari memberikan bantuan kredit untuk wirausahawan muda, perbaikan UU tenaga kerja, prioritas penggunaan produk dalam negeri, dll. Sayangnya itu semua masih dalam tahap rencana seandainya JK terpilih.

Dari ketiganya, manakah yang akan jadi pilihan Anda? Gaya Megawati yang Past Tense dan cenderung melankolis mengenang masa lalu, SBY Present Tense yang puas dengan capaian saat ini dan hanya menawarkan sedikit perubahan. Atau JK dengan gaya Future Tense yang menjanjikan banyak hal tapi sifatnya masih tahap rencana?

Bagi pengusung aliran romantisme-melankolis Megawati barangkali cocok untuk Anda. Bagi yang pro status quo dan sudah mapan, SBY adalah pilihan tepat. Sedangkan mereka yang berjiwa petualang dan senantiasa gemar mencari tantangan baru, JK cukup layak jadi pilihan. Atau bagi Anda yang skeptis dan apatis, berdiam diri di kamar saat hari pencontrengan atau jalan-jalan adalah pilihan realistis.

Apapun pilihannya, semoga Anda bisa menggunakan hak Anda secara bijaksana dan bertanggung jawab. Sekian….

Advertisements

10 thoughts on “Debat Capres dan Tenses Bahasa Inggris

  1. silly

    hehehe, meskipun dah pernah baca waktu di milis, teteup aja tulisan ini kalo dibaca masih menggelitik.

    Ahhh, sayang sekalo orang masih pro status quo, males memandang kedepan dan males menghadapi tantangan baru.

    Semoga nasib bangsa kita kedepan tidak mengalami status quo atau malah mundur teratur 😦

    Reply
  2. Pingback: Debat Capres dan Tenses Bahasa Inggris

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s