Lebaran seru…


Sudah menjadi tradisi bahwa melewati lebaran lebih afdol dengan keluarga besar. Sama dengan apa yang saya alami, menikmati lebaran di kediaman simbah saya Mbah Yono Supardjo. Hingga saat ini, tercatat tak kurang ada 33 nyawa yang akan meramaikan lebaran bersama di rumah penuh sejarah itu.

Bisa dibayangkan betapa ruwetnya, kacaunya, dan bisingnya 33 nyawa berkumpul jadi satu. Kesibukan sudah dimulai sejak seminggu sebelum lebaran. Mulai dari menyiapkan makanan, membersihkan rumah, perabotan, hingga membersihkan pekarangan agar anak-anak berusia dibawah 10 tahun aman bermain.

Dengan rumah berukuran hampir 1/4 lapangan bola dan pekarangan setara 1/2 lapangan bola, membutuhkan tenaga ekstra untuk menyiapkannya. Mulai dari memindahkan lemari, meja, kursi, dipan dll hingga membersihkan sawang (sarang laba-laba) dari atap. Itu semua bukanlah pekerjaan yang ringan mengingat yang bertugas membersihkan sangat terbatas. Benar-benar pekerjaan yang melelahkan. Ini semua dilakukan agar saat nanti berkumpul semuanya bisa dilewati dengan lancar.

Hal yang paling saya suka, adalah saat acara sungkeman. Mengharukan dan kadang banyak canda. Kami semua akan berbaris layaknya satu pasukan batalyon siap tempur. Mulai dari yang paling sepuh (Mbah Yono) hingga ke cicit yang paling muda. Tentu saja urutan ini akan terus berubah, sesuai situasi dan kondisi. Tahun kemarin saya ada di peringkat ke-23, sedangkan tahun ini, saya berada di peringkat ke-22. Kenaikan peringkat bukan karena prestasi saya yang bagus tapi karena salah satu anggota keluarga yang lebih tua dari saya telah meninggal dunia tahun lalu.

Kegaduhan luar biasa biasanya juga akan terjadi saat menjelang jam makan, jam mandi dan jam tidur. Bisa dibayangkan betapa serunya saat giliran makan, mandi dan tidur dalam satu lokasi rumah ditempati 33 orang. Akan terjadi aksi rebutan antar anak-anak dibawah usia 10 tahun yang jumlahnya belasan. Lucu juga melihat adik-adik dan keponakan yang masih imut2 saling berebutan alat makan, tempat duduk, atau berebut bantal dan guling. Kegaduhan serupa juga akan terjadi saat jam mandi tiba. Aksi kejar-kejaran,siram-siraman makin menambah kekacauan di halaman belakang rumah. Benar-benar seperti barak pengungsian korban gempa yang selalu ramai.

Di area dapur umum, kaum hawa bekerja sepanjang hari untuk menyiapkan hidangan untuk 33 nyawa dan tamu-tamu yang jumlahnya mencapai ratusan dalam sehari. Di zona kekuasaan saya, pramusaji-logistik-sarana prasarana, harus selalu siap setiap waktu jika ada gangguan suplai air, listrik, antar jemput tamu hingga mengawasi anak-anak bermain. Benar-benar pekerjaan yang tidah mudah, namun selalu bisa membuat saya tersenyum dengan puas.

Setelah puluhan kali saya melewati lebaran bersama, baru saya sadari betapa pentingnya artinya kebersamaan dan kekeluargaan. Rasanya tidak ada harta didunia ini yang bisa menggantikan suasana melewati lebaran bersama keluarga.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir da Batin

Salam,

Advertisements

8 thoughts on “Lebaran seru…

  1. sofyanr

    @ didut ya begitulah
    @ mizan lebih tepatnya barak pengungsian
    @ rezco yoi cui….
    @ kingking eh… ada Kingking.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s