Tribute to Yadi Si Penjaga Hutan


Beberapa hari yang lalu, saya menerima pesan singkat dari seorang teman lama. Begini bunyinya: “Yadi Kuncung meninggal dunia tadi malam. Tolong sebarkan ke yang lain.” Jleggg…. Saya langsung tertegun tanpa bisa bereaksi untuk beberapa detik. Beberapa saat kemudian, ingatan saya mendadak kembali kebelakang beberapa puluh tahun silam ketika saya, Yadi dan beberapa kawan masih sering bertemu dan banyak menghabiskan waktu bersama.

Yadi adalah teman lama saya yang berprofesi sebagai polisi hutan. Dia sangat berdedikasi tinggi. Beberapa kali saya dan beberapa teman berkesempatan ikut bersama Yadi patroli di hutan. Pengalaman terburuk yang pernah saya alami adalah ketika semalam suntuk kami terjebak ditengah hutan, tanpa perbekalan yang memadai, dan harus main kucing-kucingan dengan para pencuri kayu dihutan yang beringas. Untuk menghindari kejaran para begundal itu, kami harus menerjang semak penuh duri dan berdiam diri di kubangan lumpur hingga fajar.

Saya dan Yadi terpaksa lari dari sergapan sekelompok begundal pencuri kayu. Kami berdua harus menghadapi puluhan orang yang sedang marah dan bersenjata tajam setelah mereka diperingatkan untuk tidak menebang pohon secara liar. Sebuah kombinasi yang sempurna. Kemarahan ditambah dengan senjata tajam yang membikin ciut nyali. Beruntung kami berdua bisa lolos dari kondisi kritis tersebut.

Bagi Yadi, menjadi polisi hutan bukanlah sebuah pilihan, tapi menjadi harga mati. Baginya, hutan adalah sumber kehidupan oleh karena itu harus dijaga dan dirawat. Pernah suatu kali saya dan beberapa teman menawarkan pekerjaan di kota yang menurut kami lebih menjanjikan dan tidak beresiko tinggi. Tapi dengan tanpa ragu-ragu Yadi menolaknya. Yadi mengungkapkan bahwa menjadi polisi hutan sudah menjadi cita-citanya sejak kecil. Dia begitu terobsesi dengan hutan. Sejak masih SD ia pergi ke hutan hampir setiap hari. Entah itu untuk mencari kayu bakar, berburu belalang, atau mencari rumput untuk makanan ternaknya.

Berprofesi sebagai seorang polisi hutan tidaklah mudah. Yadi harus siap menanggung segala resiko. Untuk mengamankan hutan yang luasnya ratusan hektar Yadi lebih sering bertugas sendirian. Jika sedang beruntung ia akan ditemani oleh satu atau dua polisi hutan yang lain. Belum lagi resiko terjadinya kecelakaan kerja, bencana alam atau kejadian lain tak pernah terduga seperi yang sempat saya alami bersama Yadi beberapa waktu lalu.

Saya ingat sebuah berita tentang kasus pembunuhan seorang piolisi hutan. Ia tewas dikeroyok oleh para begundal pencuri kayu karena kepergok sedang melancarkan aksinya. Profesi polisi hutan sangat berat, tidak sebanding dengan upah dan resiko yang harus ditanggung.

Profesi polisi hutan sangat berat serta beresiko. Sudah sepantasnya mereka memperoleh hak dan apresiasi yang lebih. Tapi sayangnya pemerintah dan sebagian besar dari kita belum menempatkan polisi hutan sebagai profesi sebagaimana mestinya. Sangat jarang profesi polisi hutan dipublikasikan. Meskipun sama-sama mengabdi kepada negara, profesi polisi hutan seakan terpinggirkan oleh profesi yang lain yang lebih banyak diekspos oleh media. Mereka seakan dianaktirikan dengan minimnya fasilitas yang disediakan oleh yang berwenang.

Tiap tahun ratusan hektar hutan Indonesia ludes karena minimnya pengawasan dan lemahnya kebijakan. Sudah semestinya pemerintah lebih memperhatikan hutan dan orang-orang yang berjasa merawat dan melindunginya. Hutan adalah sumber kehidupan, tapi hutan juga bisa jadi sumber petaka jika kita tidak bisa menjaganya. Bencana banjir, tanah longsor, dan kekeringan yang berkepanjangan adalah bukti nyata yang seharusnya membuat kita sadar. Hutan sangat penting bagi kita semua. Bukan cuma penting bagi penduduk sekitarnya, tapi juga bermanfaat bagi seluruh makhluk yang ada di bumi.

Selamat jalan kawan, doaku selalu menyertaimu

Advertisements

9 thoughts on “Tribute to Yadi Si Penjaga Hutan

  1. andi

    Ternyata YM id sofyanr itu njenengan tho mas sofyan.. udah ada di YM saya sejak lama..

    ngomong polisi hutan, memang mereka itu lah polisi yang berdedikasi bener2, njaga hutan, yang notabene engga bisa dipungli…

    semoga Bang Yadi diterima di sisiNYA, dan keluarganya diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini. Amin.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s