Mobile Marketing untuk Industri Musik


Maraknya penggunaan smartphone ternyata membawa banyak perubahan. Bukan hanya dari sisi pengguna, tapi juga merambah ke dunia marketing. Tidak terkecuali menyasar ke industri musik. Banyak perusahaan besar mulai mengalihkan perhatian ke strategi mobile marketing.

Mobile marketing menurut Mobile Marketing Association adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh organisasi atau perusahaan untuk mengkomunikasikan dan berhubungan dengan masyarakat umum dengan cara yang interaktif dan sopan melalui jaringan atau perangkat bergerak. Dengan kata lain, bagaimana kita memanfaatkan teknologi mobile untuk kegiatan berkomunikasi dengan pihak lain.

Sebuah riset yang dilakukan oleh Canalys menunjukkan hal senada. Mobile marketing mempunyai peran yang sangat penting untuk tahun 2012 dan setelahnya. Fakta menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan smartphone di tahun 2010 – 2011 jauh melampaui pertumbuhan penjualan PC, laptop, atau netbook. Banyak orang makin menyukai perangkat bergerak karena ringkas dan multi-fungsi.

 

Bagi band besar seperti GIGI, SLANK, Sheilla On 7 dll sekalipun, melakukan promo dengan anggaran besar di media electronik mainstream perlu perhitungan yang matang dan banyak pertimbangan. Apa lagi bagi band indie seperti teman2 Dharma For Music di Jogja, beriklan di media mainstream bagi mereka merupakan bentuk kemewahan. Oleh karena itu, mobile marketing bisa menjadi alternatif. Berikut ini beberapa alasan (versi saya) mengapa industri musik perlu memberikan porsi lebih ke mobile marketing

  • Selalu aktif. Dibandingkan dengan komputer, perangkat mobile lebih murah dan lebih mudah diakses. Ponsel selalu aktif, dan dekat dengan penggunanya dimanapun dia berada. Di meja makan, di mobil, di kamar tidur dan bahkan di toilet. Dengan selalu dekat dan bisa menjangkau pengguna ponsel, sebuah grup band memiliki kesempatan besar untuk menjual, mempromosikan, dan selalu dekat dengan fansnya.
  • Fokus pada Branding. Secara tradisional, website adalah kunci dari strategi marketing di era digital. Tapi saya melihat pergeseran menuju ke mobile application tidak bisa dihindari lagi. Dengan aplikasi mobile memungkinkan sebuah band dan pihak2 lain yang bergerak di industri musik tetap bisa berinteraksi dengan fans secara lebih intim, menarik dan tidak merepotkan. Band dan perusahaan rekaman bisa lebih fokus kepada pesan apa yang akan disampaikan.
  • Sebagai Gaya Hidup. Budaya mobile kini sudah menjadi gaya hidup di hampir seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari anak-anak hingga orang tua. Golongan lapisan atas hingga menengah bawah sudah tersambung dengan perangkat mobile. Saat merasa jenuh, ponsel adalah pelarian paling mudah dan umum dilakukan. Tanpa disadari, ponsel telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita nyaris tidak bisa lepas dari ponsel.
  • Berbagi informasi. Dengan maraknya perkembangan teknologi, tren berbagi konten adalah hal yang biasa. Kita sudah terbiasa berbagi informasi kapan saja, di mana saja dengan ponsel. Memantau timeline twitter, update status di FB, upload gambar, upload video dll. Dengan mudahnya kita membagi informasi apapun ke time line, termasuk aktivitas mendengarkan lagu. Maka muncullah status #NP – Blablabla di time line dan FB

Itulah beberapa alasan mengapa industri musik perlu memberikan lebih banyak porsi ke mobile marketing. Strategi mobile marketing sangat beragam. Mulai dari pemanfaatan SMS, mobile web, QR Codes, Augmented Reality, Location Based, Mobile Apps dan solusi lain yang belum sempat terpikirkan saat ini.

Berikut ini saya sertakan contoh tampilan mobile application milik teman-teman Dharma For Music (band pertama di Indonesia yang mempunyai mobile application) sebagai salah satu strategi mobile marketing. Aplikasi ini saya buat beberapa hari lalu sebelum artikel ini saya buat.

Dharma For Music

Dharma for Music Foto

Dharma for Music Foto

Dharma for Music

Dharma for Music

 

Advertisements

2 thoughts on “Mobile Marketing untuk Industri Musik

  1. mizan

    Aplikasi bergerak sudah mulai menjadi kebutuhan primer masyarakat menengah ke atas, yang notabene merupakan target utama pasar.

    Reply
  2. Widhi Asmoro

    menarik sekali. Tetapi saya ragu kalau Dharma For Music adalah band pertama di Indonesia yg punya mobile apps. Sebetulnya ada Jikustik dan band2 lainnya yang sudah punya apps tersebut. Dan tidak hanya apps, mereka juga dapat income lain dari situ 🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s