Brand dan Aplikasi Mobile Sosial


Kepopuleran smartphone dan aplikasi mobile kian hari semakin meningkat. Kalau anda tidak percaya, silakan  cek berapa banyak pengguna smartphone dan aplikasi mobile saat ini. Dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dan memiliki aplikasi mobile saja bagi sebuah brand saat ini tidak cukup. Seperti halnya evolusi website sepuluh tahun terakhir. Selain menyajikan informasi, website saat ini juga dituntut memberikan ruang yang lebih luas bagi pengunjung untuk berinteraksi dan berbagi.

Saat ini, aplikasi mobile yang hanya memberikan hiburan saja belumlah cukup. Selain menghibur, aplikasi mobile juga perlu menambahkan fungsi standar pada media sosial, misalnya: berbagi informasi, rekomendasi, menyertakan link dan aktivitas lain yang mampu meningkatkan interaksi pengguna. Tanpa fungsi tersebut, rasanya cukup berat sebuah aplikasi mobile mampu memberikan  dampak yang besar bagi brand

Lain ceritanya jika aplikasi mobile dan fungsi media sosial dikemas dalam satu paket. Ia bisa membawa efek yang luar biasa. Salah satu contoh yang fenomenal adalah Instagram yang tahun lalu diakuisisi oleh Facebook senilai $ 1 Milyar. Instagram adalah sebuah aplikasi mobile berbagi foto yang memungkinkan pengguna untuk mengambil foto, menggunakan filter dan membaginya ke berbagai layanan jejaring sosial. Dengan konsep memadukan aplikasi mobile fotografi dan media sosial, popularitas Instagram tumbuh secara eksponensial

Jauh sebelum dibeli Facebook dengan harga fantastis, Instagram telah memicu terjadinya tren baru dalam bidang fotografi dan media sosial. Ada banyak aplikasi fotografi dan media sosial saat itu. Tapi hanya sedikit yang mampu memadukan keduanya sebaik Instagram. Ditambah komunitas yang makin solid, Instagram bermetamorfosis bukan hanya sebagai aplikasi fotografi tapi juga menjadi jejaring sosial dan menjadi tempat berkumpulnya pecinta mobile fotografi terbesar di dunia. Contoh lain misalnya: FoodSpoting dan Yelp untuk bidang kuliner, Zynga di bidang game, dll

Itulah mengapa saat ini sangat penting mengintegrasikan aplikasi mobile dengan berbagai saluran media sosial yang dimiliki oleh sebuah brand. Menjaga user tetap berinteraksi secara kontinyu dengan menawarkan fitur yang mereka sukai dan menyediakan fitur berbagi informasi melalui jejaring sosial akan sangat membantu meningkatkan popularitas dan penyebaran aplikasi mobile. Secara tidak langsung, hal ini dapat membantu kampanye digital sebuah brand.

Tentu saja ini menjadi peluang yang besar bagi pengembang aplikasi mobile. Hampir semua brand di Indonesia tidak memiliki sumber daya mandiri untuk mencukupi kebutuhan  aplikasi mobile yang terintegrasi dengan media sosial. Oleh karena itu, kolaborasi antara brand, agensi dan pengembang aplikasi mobile sangat diperlukan. Untuk menghasilkan produk terbaik, ketiga komponen ini semestinya bisa saling bersinergi.

Fakta bahwa tren pengguna smartphone terus meningkat, maka kebutuhan akan Social Mobile Apps akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Setidaknya hingga 3-5 tahun kedepan tren ini akan tumbuh pesat, kecuali ada kejadian besar yang mampu mengubahnya. Siapun yang ingin membangun lebih dari sekadar user base dan komunitas perlu mempunyai solusi Social Mobile Apps

 

Advertisements

One thought on “Brand dan Aplikasi Mobile Sosial

  1. Wahyu Asyari M

    bener banget mas, contohnya aplikasi chating aja. di gugel play puluhan jumlahnya. dari yang mulai gratis sampai berbayar. siapa yang unik atau pionir bakalan sukses merebut pasar. o/

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s