Resik-resik Kota Lama


reresik-kota-lama

Dipenghujung malam pergangtian tahun 2015 – 2016, Kota Lama Semarang ditetapkan sebagai destinasi wisata baru di Jawa Tengah. Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah untuk membuat Kota Lama semakin cantik dan dilirik wisatawan.

Salah satu yang mengundang keprihatinan saya dan kawan2 komunitas lainnya adalah persoalan kebersihan. Sejumlah spot nampak kumuh, sampah berserakan, dinding-dinding bangunan yang berusia ratusan tahun penuh dengan coret-coretan vandalisme.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, kami akhirnya berkumpul dan menggagas acara untuk mengajak warga Semarang melakukan kerja bakti membersihka Kota Lama. Selama kurang lebih 10 hari kami menyusun rencana dan strategi agar hari H acara bisa berjalan dengan baik. Minggu 17 Januari 2016 kami tetapka sebahai hari pelaksanaan

Banyak yang skeptis acara resik-resik Kota Lama kali ini tidak akan diikuti lebih dari 100 orang. Suara-suara nyinyir yang membikin patah semangat tak jarang saya dengar, bahkan dari orang-orang yang sudah saya kenal

17 Januari 2016

Jam 6 pagi saya tiba di Taman Srigunting, tempat meeting point sebelum acara resik-resik dimulai. Diluar dugaan, ternyata di sana sudah banyak yang datang. Dalam hati saya bilang: ini pertanda bagus. Ternyata orang Semarang bisa datang tepat waktu juga :p

Resik-Kota-Lama

Gubernur Jateng Membuka Acara “Resik-resik Kota Lama”

Hingga pukul 6:30 saya mencatat, lebih dari 450 orang sudah berada di sekitar Taman Srigunting Kota Lama dan siap melakukan kerja bakti. Benar-benar diluar dugaan. Pedagang, anak-anak sekolah, relawan, ibu rumah tangga hingga Gubernur Jateng dan Pejabat Walikota Semarang ikut terlibat.

Dari sekian ratus peserta tersebut ada yang membuat saya terharu. Saya melihat puluhan orang difabel juga hadir di sana. Mereka bilang ingin ikut kerja bakti karena Kota Lama adalah milik mereka juga. Dari atas kursi roda, mereka ikut memunguti sampah, dan menyapu

Kurang lebih selama 2,5 jam kami membersihkan Kota Lama dari sampah. Ada empat titik utama yang jadi fokus kegiatan ini: Jl Kepodang, Jl Letjen Suprapto, Taman Garuda dan Polder Tawang.

korlap-ngowoh.jpg

Korlap Acara lagi ngowoh… :))

Kegiatan resik-resik kota Lama selesai sekitar jam 9:30 dan dilanjut dengan ngobrol2 santai bareng Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang ikut kerja bakti sejak jam 6:30 pagi. Dalam diskusi yang sangat cair, banyak sekali hal yang disampaikan oleh warga, siswa, pedagang maupun dari komunitas. Mulai dari soal ketersediaan WC umum, pencurian aset, bangunan mangkrak dll

Dalam kesempatan dialog terbuka tersebut, Ganjar mengatakan Pemprov Jateng sepakat bekerja sama dengan Pemkot Semarang untuk melakukan revitalisasi Kota Lama. Tentu saja ini bukan pekerjaan yang mudah.

Saat ini ada 274 bangunan di Kota Lama yang masuk dalam Program penataan dan Pelestarian Kota Pusaka. Dari jumlah itu, 87 unit tidak dihuni dan terlantar dan 104 bangunan memiliki nilai konservasi.

diskusi

Diskusi setelah acara kerja bakti

M. Yogi Fajri dari Komunitas LopenSMG mengusulkan, kawasan Kota Lama, paling tidak pusatnya, harus bebas dari kendaraan bermotor. Lalulalang kendaraan berat yang melintas di Jl Letjen Suprapto berpotensi merusak bangunan-bangunan tua. Setiap kali kendaraan berat melintas, getarannya bisa dirasakan hingga jarak 20 meter dan bisa berpengaruh pada konstruksi bangunan yang sudah berumur ratusan tahun.

Selain soal bangunan, masalah lain yang sulit diatasi adalah persoalan sosial di mana banyak tunawisma yang tinggal di bangunan-bangunan yang tak berpenghuni. Tak jarang warga mendirikan warung berupa bangunan semipermanen yang membuat beberapa titik di Kawasan Kota lama terlihat tidak tertata dan kumuh. Muncullnya tempat-tempat karaoke di Kota Lama juga dikhawatirkan bisa membawa dampak buruk.

Selain itu, tidak adanya polisi wisata sangat berpengaruh terhadap keamanan di Kota Lama. Beberapa kasus pencurian aset bangunan bersejarah dan tindak kejahatan di kawasan ini karena minimnya pengawasan dan pengamanan.

Dari kegiatan kerja bakti dan dialog bersama ini, setidaknya saya mencatat beberapa hal penting. Pertama, banyak pihak yang masih peduli dengan kelestarian Kota Lama. Hal ini terbukti dengan banyaknya peserta kerja bakti hari Minggu lalu. Lebih dari 450 orang terlibat dan saya kira ini merupakan pertanda yang bagus.

Kedua, komitmen pemprov seperti yang disampaikan oleh Gubernur Jateng dalam dialog terbuka. Pemprov akan bekerja sama dengan pemkot Semarang untuk melakukan revitalisasi Kota Lama. Ini layak disambut gembira, karena selama ini aksi nyata masih dalam sebatas wacana

Ketiga, komunitas mampu menjadi tenaga pendorong dan penggerak dalam upaya menghidupkan Kota Lama. Terlalu naif jika hanya mengandalkan birokrasi untuk bergerak. Buktinya, dengan memanfaat jaringan komunitas, kegiatan di Kota Lama jadi semakin banyak dan variatif.

 

NOTE: foto-foto lain menyusul

Advertisements

One thought on “Resik-resik Kota Lama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s