Pesan Penting dari Rawa Pening


Bagi warga Semarang dan sekitarnya, Rawa Pening dan enceng gondok adalah dua hal yang nyaris tak bisa dipisahkan. Rawa Pening adalah telaga alam yang memiliki luas kurang lebih 2.700 hektar. Namun sayangnya, sekitar 80% permukaan telaga alam ini ditumbuhi oleh enceng gondok yang membawa pengaruh sangat buruk bagi lingkungan.

Potensi dan masalah

Potensi dan masalah di Rawapening menjadi satu

“Rawa Pening ini luasnya 2.700 hektar. Namun kemampuan menampung air hanya 20 juta meter kubik. Bandingkan dengan Sun Moon Lake di Taiwan yang hanya 827 hektar namun memiliki kemampuan menampung air hampir 10 kali lipat Rawapening,” kata Bapak Irwan Hidayat, Direktur PT Sidomuncul TBK di sela-sela shooting iklan Kuku Bima Energi, Kamis (20/7/2017) di Rawa Pening.

IMG_20170720_104322

Bapak Irwan Hidayat, Direktur PT Sidomuncul Tbk bercerita tentang kondis Rawa Pening

Berbagai upaya pembersihan enceng gondok belum mampu mengurangi laju populasi tumbuhan ini. Di Rawa Pening, satu batang enceng gondok akan tumbuh menjadi 1 meter persegi dalam waktu 4-5 minggu. Dengan laju pertumbuhan yang sangat cepat, tidak mudah untuk mengatasinya.

 

Rupanya, kondisi Rawa Pening yang memprihatinkan ini tidak luput dari perhatian PT Sidomuncul Tbk. Salah satu cara untuk membantu mengatasi persoalan kronis ini yaitu dengan menyulap enceng gondok menjadi bahan bakar. Selain bisa menghemat biaya produksi, langkah ini juga dinilai bisa mempercepat proses pembersihan enceng gondok di Rawa Pening.

IMG_20170720_083854

Kapal-kapal yang digunakan untuk shooting iklan

Inovasi lain yang dilakukan PT Sido Muncul Tbk untuk membangkitkan kesadaran pemerintah dan masyarakat yaitu dengan memproduksi iklan produk Kuku Bima Energi dengan bintang binaragawan Ade Rai di Rawapening.

Berbeda dengan iklan produk biasanya, iklan Kuku Bima Energi kali ini justru memilih lingkungan yang rusak. Rawa Pening membentang di empat kecamatan, dan kerusakan akibat banyaknya enceng gondok menjadi masalah serius bagi lingkungan. Menurunnya kemampuan daya tampung air terjadi karena sedimentasi dan populasi enceng gondok yang sangat banyak.

IMG_20170720_083830

Persiapan sebelum shootig iklan

“Saya berharap iklan Kuku Bima Energi ini bisa memberi inspirasi bagi siapa saja untuk bergerak bersama, membebaskan Rawa pening dari eceng gondok,” kata Irwan.

Beruntung saya bisa menyaksikan langsung proses kreatif pembuatan iklan Kuku Bima Energi di Rawapening. Sejak pagi, kru sudah mulai bekerja menyiapkan alat dan setting lokasi agar hasilnya tidak mengecewakan.

IMG_20170720_083744

Persiapan sebelum shooting iklan

Adegan inti yang saya lihat adalah saat Ade Rai bersama masyarakat setempat mendayung perahu ke tengah rawa dan harus melalui permukaan air yang tertutup eceng gondok. Adegan itu direkam dengan drone dan saya bisa menyaksikannya langsung dari layar monitor.

 

Pesan yang ingin disampaikan dari iklan Kuku Bima Energi ini adalah mereka ingin mengajak masyarakat untuk memberikan solusi bekerja nyata mengambil eceng gondok, mengolah enceng gondok menjadi sumber energi dan menyelamatkan Rawapening dari kerusakan alam.

IMG_20170720_104437

Pesan penting dari Rawa Pening

“Kalau semua bergerak, saya siap menampungnya. Setorkan ke pabrik kami. Biar kami olah menjadi bahan bakar. Berapapun jumlahnya, kami siap membeli,” kata Irwan Hidayat.

 

Keseriusan pesan menjaga lingkungan itu sudah disiapkan dengan langkah lanjutan. PT Sido Muncul Tbk siap memberi pelatihan dan memberi tutorial pengolahan eceng gondok menjadi sumber energi kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan.

IMG_20170720_104143~01

Foto ini permintaan pribadi saya agar Pak Irwan bersedia pose foto dengan pose kekinian, seperti anak-anak muda jama sekarang.

Jika upaya pembersihan rawa pening sukses dilakukan, langakh ini bisa diadopsi ke danau-danau lain di Indonesia yang memiliki problem serupa. Selanjutnya, danau-danau tersebut diharapkan bisa menjadi destinasi wisata baru yang me-nasional. Bahkan bisa menjadi destinasi wisata unggulan di Asia seperti halnya Danau Toba.

Saya melihat, upaya ini konsisten dengan apa yang sudah dilakukan oleh PT Sidomuncul Tbk sejak tahun 2009. Pabrik jamu terbesar di Indonesia ini konsisten mempromosikan pariwisata Indonesia melalui iklan-iklan komersial korporasi. Tercatat sudah ada Labuhan Bajo, Papua,  Nias, Borobudur, Sumatera Utara, Semarang, Kalimantan, Prambanan, dll sudah menjadi lokasi pengambilan gambar untuk iklan.

Kurang lebih tiga jam saya mengikuti proses pengambilan gambar iklan dan berdiskusi dengan Bapak Irwan Hidayat di Rawa Pening. Masalah di Rawa Pening harus segera dicari solusinya dan dikerjakan bersama-sama. Jika tidak, maka di masa depan kita akan mengalami kehilangan besar. Jangan sampai Rawa Pening hanya akan menjadi legenda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s